Bersiap Meninggalkan #142

Dalam sebuah pertemuan, pasti ada perpisahan, cepat atau lambat. Dalam setiap jumpa pasti ada masa-masa bersama, yang kadang mengikat kuat, sulit untuk ditinggalkan. Dalam setiap senyum dan lambaian tangan ketika sapa pertama kali, suatu saat mungkin akan berganti lambaian tangan selamat tinggal. Mungkin itulah hukum sebuah pertemuan, agar kita tak pernah lalai memanfaatkan waktu sebaik-baiknya.

Pertemuan itu berawal ketika status mahasiswa baru masih melekat erat di badan. Gerak-geriknya yang canggung, menengok ke kanan dan ke kiri, mengamati situasi baru tampak membuat statusnya sebagai maba terlalu kentara. Ia memutuskan berkeliling, mencari satu demi satu, melewati banyak tempat yang bukan menjadi tujuannya. Setelah berdesak-desakan di tempat yang cukup ramai, ia akhirnya menemukan tujuannya: satu stand sederhana tanpa pernak-pernik berlebih dan segerombolan mbak-mbak yang sibuk berselfie. Hmmm, tampak kurang menyakinkan. Tapi tunggu dulu, sesosok makhluk ber-karategi di depan sana sepertinya menyakinkan, pikirannya berubah. Ah, sepertinya memang ini yang kucari. Continue reading “Bersiap Meninggalkan #142”

Iklan

Yuk, Jalan Kaki #141

Tidak bisa dipungkiri, dewasa ini alat transportasi semakin mengakar di masyarakat. Hal ini bisa terlihat dari jumlah alat transportasi yang dimiliki oleh sebuah keluarga. Mayoritas keluarga di Indonesia memiliki lebih dari satu sepeda motor di setiap rumah. Malah beberapa, (jika anggota keluarganya banyak, dan semuanya harus mobile (sekolah, kuliah, kerja, dll)), bisa jadi memiliki jumlah sepeda motor lebih dari 3 atau 4 buah. Belum jika keluarga itu memiliki mobil, maka jumlah alat transportasi yang dimiliki pun bertambah.

Hal ini berdampak pada banyak hal, salah satunya kepadatan lalu lintas, yang pada jam-jam tertentu (jam berangkat sekolah, berangkat kerja, pulang sekolah, atau pulang bekerja, plus malam minggu menuju tempat-tempat rekreasi) terlihat padat atau minimal ramai lancar mirip barisan semut yang berbarengan keluar dari sarangnya hehehe. Dampak lain yang tak kalah serius adalah, orang jadi terbiasa memakai sepeda motor ke manapun mereka pergi. Continue reading “Yuk, Jalan Kaki #141”

Me vs My Sister #137

Banyak yang bingung ketika pertama kali tahu kami bersaudara (kandung). Yang satu bermata belok dengan lipatan mata yang dalam dan kantung mata khas orang Asia Tenggara kebanyakan. Yang satu lagi bermata sipit dengan lipatan mata irit yang bisa ditinggal pergi jika tertawa terlalu lepas. Yang satu berkulit khas sawo matang karena memang sudah dari sananya ditambah sering tak sengaja (dan sengaja) terjemur sinar matahari, sementara yang satunya berkulit sedikit cerah tanpa terlihat tanda-tanda terbakar matahari, padahal sehari-hari juga pergi keluar seperti orang kebanyakan. Dari postur tubuh pun sedikit berbeda, yang satu susah makan berakibat susah naikin berat badan akibatnya jadi kurus (meskipun akhir-akhir ini kayaknya nambah), sementara yang satunya lagi doyan makan jadinya susah payah menjaga berat badan supaya tetap ideal (semangat, Dek). Mungkin kecepatan metabolisme kami berbeda T.T

Perbedaan ini cukup kentara hingga aku sering mengira kami adalah putri yang tertukar (mirip judul sinetron jaman baheula). Bahkan, aku menemukan banyak orang yang dibilang mirip, sampai-sampai sepertinya orang lain itu lebih cocok jadi adik atau kakak wkwkwk. Hingga akhirnya aku menyandingkan foto adikku dengan Ibu, hmmm ternyata mirip, kemudian aku melirik ke kanan dan kiri, hmmm ternyata aku lebih mirip ke jalur Ayah. Kesimpulannya, kami bukan putri yang tertukar hehehe. Continue reading “Me vs My Sister #137”

Resolusi 2018: Keluar dari Zona Nyaman #136

Tahun baru sudah berlalu beberapa hari yang lalu (ga papalah yaaa telat sedikit hehehe). Setiap orang pasti punya keinginan atau target baru di tahun ini. Mungkin, orang sering menyebutnya resolusi.

Lantas, apa resolusimu tahun ini?
Hmmm, sejujurnya saya ingin keluar dari zona nyaman saya (emang sekarang udah nyaman? Sedikit siih). Yak, lebih keluar lagi dari zona nyaman. Continue reading “Resolusi 2018: Keluar dari Zona Nyaman #136”